Syair Puji-pujian Jelang Maghrib

Mengaji di Musholla (Tajug atau Langgar dalam Bahasa Sunda) menjadi salah satu cara anak-anak belajar tentang dasar-dasar agama. Mulai dari tatacara sholat lima hingga membaca al-Qur’an. Pendidikan yang bersifat informal tentu saja. Karena tidak ada ijazahnya. Lulus atau tidaknya diukur dari kemampuan membaca al-Qur’an. Kalau sudah lancar, ya berarti lulus.

Di Musholla, anak-anak kecil tak hanya ngaji, tapi juga bermain. Kalau maghrib itu sekitar jam 18.00, anak-anak sudah datang sejam sebelumnya. Mereka bermain-main di sekitar halaman mushola. Seolah-olah, tujuan ke mushola itu ya main, bukan ngajinya. Tapi itulah dunia anak-anak. Bermain disambi mengaji. Mending ketimbang tidak mengaji sama sekali.

Jika sudah masuk waktu maghrib, betapapun masih sangat betah bermain, tetapi mereka harus segera mengambil air wudlu. Nah ini yang jadi inti cerita saya. Mereka kemudian melantunkan puji-pujian sebelum imam datang untuk memimpin sholat maghrib. Pujian tersebut berisi penghormatan terhadap Nabi Muhammad Saw dan keluarganya, permohonan ampunan dan lain-lain.

Di kampung-kampung, pujian dalam Bahasa Arab itu kemudian digandengkan dengan terjemahnya. Dalam Bahasa Sunda kalau di kampung saya. Efeknya, puja-puji itu menjadi lebih terasa, karena kita tahu artinya. Memang belum sampai kadar internalisasi, tetapi setidaknya anak-anak mengerti arti dari puji-pujian itu. Para ulama tidak selalu menerjemahkan secara harfiah, tetapi terkadang sedikit berimprovisasi untuk dibuat pas dengan rimanya.

Kreativitas dalam menerjemahkan pujian itu, harus diakui sebagai salah satu bentuk kecerdasan ulama-ulama setempat dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan. Terutama untuk masyarakat kampung non-santri.

Berikut beberapa syair puji-pujian yang masih saya ingat ketika mengaji pas kecil dulu.


Allahumma Sholli ‘ala Muhammad
Ya Rabbi Sholli ‘alaihi wasallim
Gusti Rosul marentahkeun ka umatna (Rasul memerintahkan kepada umatnya)
Sholat Lima Waktu, Tholabul ‘ilmi (Sholat lima waktu, mencari ilmu)
Allah Faridlatun ‘ala kulli mukallafin
Wa kullu man bighoiri ‘ilmi ya’malu
A’maaluhum mardudatun laa tuqbalu
Man taroka sholatan khomsah
Khomsah muta’ammidan
Fajazaauhum, fajazaauhum jahannam kholidan fiiha
Saha jalma anu ninggal sholat, (barang siapa meninggalkan sholat)
Sholat anu lima waktu (sholat lima waktu)
Mangka eta wawalesna, (maka balasannya)
Langgengna dina jahannam (di neraka jahanam selamanya)


Allahumma Sholli ‘ala Muhammad
Ya Rabbi Sholli ‘alaihi wa sallim
Mugi gusti nambihan rahmat (Semoga Tuhan menambahkan rahmat)
Sinareng salam ka kanjeng Nabi Muhammad (dan salam kepada Nabi Muhammad)
Saha anu resep ka kanjeng Nabi Muhammad (siapa yang cinta pada Nabi Muhammad)
Bercahaya sapertos bulan purnama (bercahaya seperti bulan purnama)


Ilaahi lastu lil firdausi ahla
Wa laa aqwa ‘alan naaril jahiimi
Fahab li taubatan waghfir dzunuubi
Fainnaka ghaafiru dzanbil ‘adhimi
Duh pangeran abdi, teu tiasa manggon (Wahai Tuhanku, aku tidak mampu menempati)
Dina firdaus sawarga anu langkung luhur (Surga firdaus yang lebih tinggi)
Abdi henteu kiat di naraka jahim (Aku tidak kuat di neraka jahim)
Mugi maparinan ka abdi tiasa tobat (Semoga memampukan kami untuk bisa bertaubat)


Rabbana ya rabbana dhalamna anfusana
Wain lam taghfir lana watarhamna lanakunanna minal khasirin
Aduh gusti duh pangeran abdi, Abdi nganiaya badan sorangan (Wahai Tuhan kami, kami menganiaya diri sendiri)
Pami gusti henteu ngahapunten kana dosa jisim abdi (Jika Tuhan tidak mengampuni dosa kami)
Tangtos abdi janten jalmi rugi (Tentu kami menjadi orang yang rugi)
Astaghfirullahal adzim, li walii waliidayya
Walijami’il muslimin
Abdi nyuhun pangapunten, Ka Allah nu Maha Agung (Kami memohon ampunan, Kepada Allah Yang Maha Agung)
Sadaya dosa sim abdi, sareng dosa ibu rama sepuh abdi (Semua dosa kami, serta dosa ibu bapak kami)
Sareng dosa jalmi Islam sadaya (serta dosa semua umat Islam)
Share this article :

+ komentar + 3 komentar

27 Februari 2017 03.11

aya teu sholawat anu nyindir jalmi anu tara daek sumping ka mushola??

12 Desember 2017 05.39

Naha make Kedah sindir sampir?
Sholawat mah kanggo kaberkahan..

25 Januari 2018 05.11

Rabbana ya rabbana dhalamna anfusana
Wain lam taghfir lana watarhamna lanakunanna minal khasirin
Itu Judulnya apa?

Posting Komentar

 
Copyright © 2014. TEDI KHOLILUDIN - All Rights Reserved
Facebook:Tedi Kholiludin