Dongeng Senja Bersama Najma (IV): Mama, Dokter Pertama Na

Bagi bayi, apa yang dimakan oleh ibu akan sangat berpengaruh terhadapnya. Dua nyawa ada dalam genggaman seorang ibu; dirinya dan bayi. Begitu pula ketika ia mengandung. Asupan makanan tak hanya untuk dirinya, tapi juga janin yang dikandungnya. Singkatnya, kesehatan dan ketidaksehatan bayi akan sangat ditentukan oleh apa yang dikonsumsi ibunya.

***

Di sebuah siang yang terik, Meiga mungkin tidak tahan untuk tidak minum segelas es teh manis. Ia pun mereguknya. Pagi hari, Najma bangun dan agak rewel. Saya menggendong dan mengajaknya keluar rumah untuk berjemur. Ingus keluar dari hidung Najma. Saya mengelapnya, bahkan sesekali menyedot ingus dari hidungnya. Najma meronta, tetapi saya sedikit memaksa.

Sembari membawa semangkuk air jeruk, Meiga mendekati saya dan Najma. “Na pilek yah? Tanyanya. “Iya ingusnya keluar tuh. Tadi udah ta sedot, tapi kok keluar terus,” saya menjelaskan. “Padahal panas ya cuacanya, gak dingin. Kenapa ya?” Meiga kembali bertanya. Saya menggelengkan kepala. Tidak tahu kenapa Najma kok meler hidungnya. Selain cuaca yang bersahabat, saya dan Meiga juga tidak sedang pilek.
Saya menyuapkan sendok demi sendok air jeruk. Sarapan pagi Najma memang buah. Baru siang dan jelang maghrib ia makan agak berat. Sebelum berangkat mencari sesuap nasi, saya menyempatkan diri untuk menyuapi bocah 7 bulan itu. Pola makannya Najma ini yang kerap saya ikuti. Meski kerap tak konsisten.
“Oh yah, kemarin aku minum es. Makanya Na meler,” kata Meiga. “Owalah, ya pantas,” kata saya. “Duh maafkan Mama ya Na. Lupa dan gak tahan saking panasnya kemarin. Jadi meler deh,” Meiga meminta maaf.

Saya tak memarahi Meiga. Selain karena tidak punya bakat tukang marah, saya pun belum tentu bisa sesabar dia untuk menjauhi makanan dan minuman yang tidak menyehatkan. Minum es misalnya. Meski menyejukkan, es tidak selalu menyehatkan.

Tinggal di kota panas seperti Semarang, adalah hal yang mustahil untuk menghindari minum es, meski tidak setiap hari. Begitu juga terhadap makanan-makanan pedas. Puasa dari makanan pedas bukanlah perkara gampang bagi penggemar sambal seperti Meiga. pendek kata, menghindari sesuatu yang disenangi membutuhkan energi serta effort yang berlipat untuk melakukannya.

Meiga kemudian menyusui Najma. Setelah kenyang Najma didekatkan dengan uap yang sudah ditetesi minyak untuk terapi. Selain karena minyak terapinya, air susu mamahnya yang sehat, membuat Najma sudah tidak meler lagi di kemudian hari.

Dokter pertama bagi anak adalah ibunya. Menyusui, meninabobokan, mengelus, memeluk adalah terapi mujarab bagi anak.
Share this article :

Posting Komentar

 
Copyright © 2014. TEDI KHOLILUDIN - All Rights Reserved
Facebook:Tedi Kholiludin